1

Aku Suka Tidur

Posted by Dizz on 7:42:00 PM in
Aku suka tidur. Entah mengapa. Padahal, dulu aku sama sekali tidak menyukainya. Dulu, aku merasa bahwa jika tidur aku akan melewatkan banyak hal dan tidak mengetahui apa-apa. Acara televisi pada waktu tengah malam, papa yang pulang membawa kudapan menjelang pagi, bahkan dinamika bangun tidur anggota keluargaku. Aku dulu juga benci tidur karena setiap kali terbangun, hampir semua orang di rumah sudah pergi. Aku terbangun sendirian dalam sepi.

Namun, sekarang, semakin dewasa aku semakin suka tidur. Jika aku merasa ada terlalu banyak hal yang harus dipikirkan dan otakku tidak akan mampu mengakomodasinya, aku lebih baik tidur. Menutup mata, lalu semuanya tiada. Berharap bahwa ketika bangun semua masalah telah selesai. Akan tetapi, kenyataan tentu tidak berjalan seotomatis itu. Biasanya, prokrastinasi yang kujalankan dengan tidur itu membuatku harus mengejar banyak ketinggalan menjelang deadline tugas dan ujian.

Aku suka tidur. Aku suka tidur dari sore hingga pagi. Lalu, tetap mengantuk di kelas hingga siang hari. Teman-temanku sering menggoda bahwa aku tidak perlu belajar. Setiap kali dosen memberi pertanyaan atau soal yang harus dikerjakan di kelas, aku hampir selalu dapat menjawabnya meskipun tiga detik sebelumnya aku masih menguap dan lelap. Padahal, nilai aku di SIAK juga jelek, kok, terutama akhir-akhir ini. Hahahaha.

Jika ada hal lain yang aku sukai hampir sama seperti aku menyukai tidur, mungkin itu adalah kegiatan bersih-bersih. Kontras, bukan? Tapi, ya, sudahlah. Kosongnya weekend ini, yang seharusnya kuisi dengan bersih-bersih, mencuci, mengerjakan tugas, dan mengetik verbatim hasil wawancara orang, malah lebih banyak kuhabiskan dengan bengong sampai tertidur. Hahaha. Hmm... Apakah ini sebuah kelainan psikologis, ya? Entahlah.

Fey, Ayu, cepat balik, ya...! Aku sepertinya tidak punya semangat hidup selain untuk bengong dan tidur tanpa kalian recokin saat berusaha mengerjakan tugas...! Hahahaha. Tapi, Alhamdulillah, setidaknya hari ini bisa benar-benar banyak beristirahat. Yah, anggap saja satu hari untuk me-recharge energi seminggu lebih. Ganbatte!!


Sincerely,
Me,
18-5-4

1

Gurat Gores Pertama

Posted by Dizz on 2:22:00 AM in ,
Langit merah ini bukanlah anak pertama yang aku lahirkan melalui percintaan dengan sebuah site bernama Blogspot. Bukan. Anak pertama kami adalah segulung perkamen kecil bertajuk Tentang Mimpi yang aku gelar untuk pertama kalinya pada bulan Maret 2004. Aku sudah lupa apa yang menjadi motivasi dan mendorongku untuk melahirkannya ke dunia maya. Kalau tidak salah, sih, keinginan itu timbul setelah membaca blog seorang penulis muda yang sempat menjadi teman bertukar sapa dan cerita lewat beberapa email dan sms singkat. Namun, entahlah. Agaknya aku memang sudah lupa.

Singkat cerita, blog pertama itu aku telantarkan sejak bulan Desember tahun berikutnya. Lalu, setelah lama berselang, pada bulan Februari 2006, aku kembali tergerak untuk memandikan dan memberinya makan sekali lagi, sebelum benar-benar aku tinggalkan dalam perawatan ayahnya. What a neglectful parent I am, eh?.

Mengapa? Tidak ada hal yang khusus sebenarnya. Aku sama sekali tidak memiliki dendam pribadi dengan anakku yang satu itu. Hanya saja, kefasihanku dalam menggubah dan menulis puisi sudah memudar seiring berjalannya waktu yang akhirnya lebih banyak ku habiskan dengan lomba debat, belajar, dan bertandang ke negeri orang. Maka, daripada mengisinya dengan sampah yang digubah dengan pemaksaan dan tuntutan, aku memilih untuk tidak mengisinya lagi sama sekali. Alasan lain yang sepertinya cukup berpengaruh adalah belum adanya sarana wi-fi yang memungkinkan aku untuk berlama-lama online di sekolah.

Jadi.... Mengapa akhirnya aku kembali bercinta dengan Blogspot dan melahirkan anak kedua ini? Hmm... Setelah masuk kuliah, aku mulai menjunjung tinggi hak untuk berprokrastinasi dengan online berjam-jam menggunakan fasilitas wi-fi kampus. Hasilnya, setelah bosan dengan social nerworking site, seperti Friendster, MySpace, Multiply, Facebook, dan kawan-kawannya, aku mulai tersasar ke berbagai tempat dan memiliki hobi baru, yaitu blog-jumping. Ya. Jumping. Bukan walking. Aku menggunakan link atau bloglist dari satu blog ke blog lain sambil melihat-lihat. Jika ada yang menarik, aku baca. Jika tidak, aku lompati menuju blog berikutnya. Dari hobi itulah, aku mulai iri, terutama dengan blog orang-orang yang aku kenal. Aku juga mulai melihat opportunity untuk menulis hal selain puisi. Akhirnya,.... Tadaaaa! Voila! Jadi pula sebentang langit untuk kujadikan ruang singgah.

Mengapa langit, dan mengapa merah? Langit adalah bagian dari alam yang paling aku sukai. Sejak kecil, aku tinggal tidak jauh dari pantai. Setiap kali aku memiliki kesempatan untuk duduk di pinggir pantai, langit turut tertangkap oleh mataku. Sebagaimana luas laut membentang, seluas itu pula langit melayang di atasnya. Aku suka laut. Namun, aku lebih suka langit. Merahnya langit senja adalah yang paling indah. Apalagi saat ia mengantarkan matahari ke pembaringannya. Langit seolah seorang ayah yang mengecup dahi putrinya yang akan segera terlelap berselimutkan air laut. Oleh karena itu, aku suka langit merah.

Nah, sekarang sudah tahu, kan, asal-muasal tempat ini? Sekarang aku akan mulai menulis. Menulis apa? Apa saja. Tugas kuliah, nilai, kampus, kost-an, tempat makan, DVD, buku, game baru... Apa saja.

Wish that you can enjoy all the writings in here... If you can't... Well, just feel free to stop by and say hi...(^_^)/



Sincerely,
Me,
18-5-4

Copyright © 2009 Scribbling Dizz All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.