0

Kisah Seorang Gadis (Prokrastinator Kronis)

Posted by Dizz on 10:12:00 AM in ,
Dear Readers,

"Chronic Procrastinator" by DeCielo (2014)

"Kisah Seorang Gadis" sebenarnya merupakan judul naskah novel yang baru saya selesaikan dan akan saya ikut sertakan dalam sebuah lomba. However, saya sengaja menggunakan judul itu untuk postingan ini karena saya ingin menceritakan sepenggal episode dalam hidup saya. Bagaimanapun, saya juga seorang "gadis", kan? Dan inilah kisah saya...



Saya mendapat ide untuk menulis novel itu sekitar dua bulan yang lalu. Semua ini berawal dari keisengan saya membuka ajangkompetisi.com dan melihat adanya penerbit yang sedang menyelenggarakan lomba menulis novel. Mengingat saya bercita-cita menjadi penulis, saya jadi tertarik untuk mengirimkan naskah novel saya. Masalahnya, waktu itu, saya belum punya satu pun naskah yang bisa dikirimkan! Karya-karya saya yang belum pernah dipublikasikan biasanya berupa cerpen. Itupun sangat sedikit jumlahnya. Kalau ada satu atau dua novel yang sudah sempat saya tulis, bentuknya masih "calon novel". Ya. Calon. Soalnya, saya sering mendapat ide, menulis satu atau dua bab, kemudian berhenti dan tidak pernah melanjutkannya lagi. *Ya, sama seperti yang saya lakukan terhadap blog ini, kan? Hehe...* Padahal,  waktu itu deadline kompetisi ini adalah 30 April 2013. Keinginan saya untuk mengikuti lomba novel yang lain juga menambah kompleksitas keadaan. Kenapa? Karena saat itu sudah awal bulan, dan lomba novel lain itu harus dikirimkan paling lambat tanggal 15!

Jadi, apa yang saya lakukan?

Saya bunuh diri. Atau setidaknya, itu yang sepertinya coba saya lakukan. Saya mencoba menulis sebuah novel dalam waktu lima belas hari. Orang-orang yang mengenal saya tahu, jika saya mencoba mengerjakan sesuatu dalam lima belas hari, itu artinya saya akan menggunakan sepuluh hari pertama untuk prokrastinasi (baca: leyeh-leyeh, jalan-jalan, tidur sampai siang, nonton TV, main game, baca komik, dan segala kegiatan menyenangkan lainnya). Lalu, di lima hari terakhir, dunia nyata akan mengetuk otak saya. Saat itu, saya baru tersadar akan deadline yang semakin dekat, lalu mulai mengetik seperti orang gila (baca: makan kurang, nyaris tidak tidur, dan menangis meraung-raung saat ide mampet). Dan itulah yang benar-benar terjadi waktu itu..."-_-)>

Hasilnya? Saya menyelesaikan "HUNTRESS", naskah novel pertama saya yang bergenre fantasi dan mengirimkannya ke panitia lomba di detik-detik terakhir sebelum deadline. *Untung yang itu hanya perlu dikirim via email..."-_-)* Saat ini, naskah tersebut masih menjalani proses penjurian dan pengumuman pemenang baru akan dipasang di website penerbit terkait pada tanggal 3 Juni 2013.

Apakah saya hebat karena bisa menyelesaikan naskah setebal 80+ halaman dengan tulisan berspasi ganda dalam waktu lima hari?

TIDAK

Ini bukan hal yang untuk dilakukan. Teman-teman di rumah, mohon jangan ditiru, ya. Adegan tersebut dilakukan oleh orang yang sudah terlatih (melalui pengerjaan tugas kuliah dengan cara yang sama selama empat setengah tahun)... Err, seriously, though. Please don't try this at home.

Kenapa? Karena efek sampingnya terlalu berat. Kepala pusing, mata berkunang-kunang, perut keroncongan, tulisan penuh kesalahan pengetikan alias typo, alur cerita ada yang nggak nyambung, daaaaaaan... bisa menyebabkan masa pemulihan berlangsung sangaaaaaat lama.

Ya. Setelah mengerjakan HUNTRESS, saya mengalami kelelahan fisik dan mental. Jadinya, saya beristirahat (baca: kembali berprokrastinasi) selama berhari-hari. Padahal... Ingat, kan, kalau tanggal 30 April (15 hari setelah deadline lomba menulis novel fantasi) adalah deadline untuk kompetisi yang awalnya mau saya ikuti?

Ide cerita untuk kompetisi selanjutnya itu sebenarnya sudah muncul sejak saya mengetik HUNTRESS. Namun, saat itu, saya memprioritaskan naskah yang deadline-nya lebih dekat. Nah, setelah deadline itu lewat, ide cerita tadi tetap saya "peram" dulu sampai matang di dalam otak sambil memulihkan kondisi fisik dan mental (baca: prokrastinasi lagi). Saya pikir, semua akan baik-baik saja kalaupun saya baru mulai menulis sepuluh atau tujuh hari sebelum deadline. Tapi, tahukah kalian apa yang terjadi selanjutnya?

Saya dapat kerjaan.

Ya. Meskipun masih part time, saya akhirnya mendapat pekerjaan dan melepaskan label "Pengacara"--pengangguran banyak acara--dari jidat saya. Masalahnya, kerjaan itu membuat saya sibuk hingga akhir bulan. Alhasil, ketika tanggal 30 April 2013 datang dan saya belum menulis apa-apa, saya cuma bisa bengong sambil menahan rasa ingin menangis. Lalu, iseng-iseng saya membuka website penerbit yang mangadakan kompetisi itu. Daaaan....

Ternyata deadline-nya diundur menjadi 31 Mei 2013!!

Perasaan saya langsung berubah 180 derajat. Rasanya saat itu saya ingin melompat-lompat kegirangan. *Ah... Tuhan memang sering sekali memberi saya cobaan yang enak-enak... Terima kasih, Tuhan...*

Kalian pasti berpikir bahwa saya sudah cukup kapok, kan? Saya pasti segera menulis dan mengubah ide itu menjadi naskah, kan? Yah, harusnya memang begitu, sih... Tapi...

Ya. Saya memang prokrastinator kronis. Jadi, meskipun deadline-nya diundur, ujung-ujungnya, saya baru mengerjakan naskah itu di akhir bulan. Jadilah tadi malam saya begadang lagi sampai pagi untuk menyelesaikan naskah itu agar bisa dikirimkan hari ini (soalnya yang ini harus dikirim dalam bentuk print out).

"Ide cerita" dan "naskah itu" yang saya sebut dari tadi adalah sebuah naskah novel romance setebal 60 halaman dengan tulisan berspasi satu. Tadinya saya mulai menulis naskah ini dengan judul "SENO" sebagai working title. Kenapa? Karena tadinya saya ingin cerita ini berputar di sekitar karakter utama laki-laki yang bernama Seno itu. Namun, seiring perkembangannya, cerita ini malah lebih terkesan berputar di sekitar karakter utama perempuan yang bernama Gadis. Jadilah judulnya saya ganti menjadi "Kisah Seorang Gadis".

Sekarang naskah itu sudah tergeletak di atas meja dalam bentuk print out. Hari ini, Insya Allah naskah itu akan segera saya jilid dan kirim ke alamat penerbitnya. Ya. Segera. Setelah saya menutup mata dan tidur sejenak... hehehe...

Mohon doanya, ya. Mudah-mudahan naskah ini dianggap cukup layak untuk diterbitkan...


Scribbled on DeCielo's Desk
Depok, 30 Mei 2013

p.s.: Tulisan ini nggak seru? Nggak apa-apa. Berdoa saja supaya naskah saya memang dianggap layak terbit, ya. Jadi, nanti kalian bisa membaca cerita yang lebih seru... Setelah membelinya, hehehe...

0

BER-U-BAH!!

Posted by Dizz on 6:00:00 PM in ,
Dear Readers,

Beberapa di antara kalian mungkin membayangkan soundtrack "Ksatria Baja Hitam" dan wajah ganteng Kotaro Minami saat membaca judul tulisan ini. Apa? Tidak? Baiklah. Mungkin cuma saya yang membayangkannya.

Mengapa saya membuat tulisan ini?

Tulisan ini saya buat sebagai penanda. Kalian pasti sudah bisa melihat apa saja yang berubah, kan? Ha? Belum? Oke. Mungkin ini pertama kalinya kalian mengunjungi ke sini. Beberapa pembaca lama mungkin ingat tampilan terdahulu dari ruang ini.

Saat saya membangun ruang ini di tahun 2010, namanya adalah Rojo De Cielo--yang berarti "langit merah". Sesuai namanya, cat yang melapisi ruangan ini dulunya merah menyala dengan gurat oranye. Saya yang saat itu masih menempuh pendidikan di kampus Fakultas Psikologi UI tercinta mencoba menorehkan tulisan secara random tentang hal-hal yang saya pikirkan atau alami sehari-hari. Namun, setelah lima tulisan--seperti layaknya prokrastinator sejati--saya bosan dan membiarkan mereka terbengkalai.

Pada bulan November 2012, saya kembali berkunjung dan mengganti namanya menjadi Dizz is My Blog. Saya juga sempat membuat sebuah tulisan FAQ--Frequently Asked Question--yang tidak kunjung saya buat sekuelnya hingga kini. Namun, saat itu,  ruangan ini masih saya biarkan apa adanya--merah menyala.

Hari ini, setelah berbulan-bulan lamanya, saya kembali memutar kunci dan memasuki pintu ruang maya ini. Setelah berkeliling beberapa saat, saya bisa melihat betapa sepi dan kusamnya ruangan ini. Sudah saatnya saya melakukan renovasi dan mengundang lebih banyak orang untuk berkunjung ke dalamnya.

Jadi, inilah saya, masih dengan random stuff yang akan saya torehkan di sana sini, di antara dinding yang menguarkan wangi cat baru. Silakan masuk. Silakan menarik nafas. Silahkan berkunjung selama yang kalian inginkan. Saya akan selalu ada di sini, masih dengan senyum dan cerita yang sama, di balik meja.

 

Scribbled on DeCielo's Desk,
Depok, 28 Mei 2013

Copyright © 2009 Scribbling Dizz All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.