0
Satu Tubuh
Posted by Dizz
on
4:28:00 PM
in
Old Post

Bapak Ketua itu setengah mati berteriak-teriak. Berusaha mengalahkan riuh ramai suara agar tim sukses acaranya dapat mendengar. Namun, tersampaikan dengan baikkah? Di antara timpalan-timpalan tidak perlu yang menambah ricuh... Yang lebih penting, terdengarkah...? Bukan apa yang digetarkan oleh pita suara, melainkan segala curah tenaga korban perasaan dan lelah yang mengendap dalam dada.
Dia adalah ketua. Seharusnya merupakah pucuk pohon besar yang sedang mereka usahakan untuk berbuah. Adalah ketua. Seharusnya merupakan kepala, yang berpikir, yang mengendalikan. Namun, dia telah berkali-kali turun lewat pembuluh darah, menggerakkan sendiri tangan dan kaki yang seolah tak ingin berpindah. Dia adalah ketua, dan seharusnya seluruh badan ikut sakit ketika dia sakit.
Akan tetapi, kenyataan tak berkata demikian. Mereka sepertinya tak merasakan letihnya. Sepertinya impuls sinaps tidak sampai dengan baik ke titik yang seharusnya menerima. Maka, jadilah mereka kini, satu tubuh lumpuh. Lumpuh. Layu. Ada otak dalam kepala yang bersinar-sinar cemerlang pemikirannya. Namun, tidak menghasilkan apa-apa.
Satu tubuh.
Lumpuh layu.
(Bahkan Hawking pun butuh kursi roda untuk bergerak agar dapat menyampaikan kejeniusannya...)
Depok, 13 Oktober 2010
4.42 P.M.
Post a Comment