0
Yang Telah Terlewati
Dear Readers,
Tak terasa--bohong, sebenarnya terasa sekali--waktu telah lama sekali berlalu. Tanggal 22 Desember 2014. Lalu, setelah itu, tidak ada tulisan baru lagi. Ketika akhirnya membuka kembali laman ini, saya hanya bisa tersenyum miris. Ternyata, sepanjang tahun 2015, saya tidak menulis sama sekali--setidaknya, tidak di laman blog ini. Anehnya, jumlah pengunjung tetap bertambah. Mungkin karena tulisan saya yang ini.
Apapun alasannya, sepertinya saya berutang pada Readers yang tetap setia menengok laman ini sesekali--lalu merasa kecewa karena sama sekali tidak ada yang berganti. Oleh sebab itu, biarkanlah saya bercerita sedikit tentang apa saja yang telah terjadi selama ini. Ya. Ada banyak hal yang terjadi. Mungkin terlalu banyak hingga, selama satu tahun, saya enggan untuk menulis dan membuatnya terpublikasi.
Tulisan terakhir di blog ini adalah tentang Si Afa yang akhirnya menyelesaikan dan mengumpulkan skripsinya. Lalu, ada sedikit cerita tentang rencana para penghuni Pondok Ganeca akan masa depannya. Siapa sangka, tulisan itu seolah menjadi prediksi tingkat dewa.
Ya. Tahun 2015 memang menjadi tahun yang baru bagi kami semua. Banyak sekali hal yang berubah.
Ayu Marayu sudah berhasil meraih salah satu mimpinya. Meskipun sempat ragu, di pertengahan tahun 2015, dia lulus seleksi masuk program studi S2 di dua universitas yang berbeda--universitas negeri tetangga (jauh) dan universitas almamater di Indonesia. Karena keterbatasan dana dan almamater tidak menawarkan beasiswa, Ayu Marayu pun memilih untuk melanglang buana. Saat tulisan ini dibuat, dia telah menyelesaikan semester pertamanya di salah satu universitas bergengsi di Korea.
Mbak Silvi Marilvi benar menikah. Saya cukup beruntung bisa menghadiri pernikahannya di Surabaya--thanks to waktu yang (agak dipaksakan) lowong dan pendanaan dari kawan-kawan Geng Memeng yang lainnya. Perjalanan kereta yang totalnya lebih dari 24 jam bolak-balik (Jakarta-Surabaya-Jakarta) menjadi petualangan tersendiri bagi saya.
Afa Marafa lulus sidang dan sudah diwisuda. Tidak lama setelahnya, ia langsung mendapatkan pekerjaan impian dengan atasan yang pengasih lagi penyayang, kawan-kawan kantor yang menyenangkan, serta gaji yang lumayan--maksudnya lumayan jauh di atas kami-kami yang sudah kerja duluan... XDD. Apa daya, prestasi kerjanya yang memuaskan justru membuat si Afa dibujuk untuk pindah ke kantor rekanan. Dengan berbagai pertimbangan, si Afa pun mengiyakan. Namun, setelah beberapa hari menjalani, dia baru menyadari bahwa pindah dari perusahaan profit ke NGO ternyata membawa banyak perubahan. Untuk memenuhi tuntutan pekerjaan yang mengharuskannya untuk berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya, si Afa pun memutuskan untuk pindah kost-an.
Lalu, bagaimana dengan saya dan Mbak Ranie Maharanie? Kami masih di sini. Di Pondok Ganeca tercinta. Meskipun renovasi berujung pada kenaikan harga dan bangunan apartemen mulai mencuat di mana-mana, kami tetap setia. Masing-masing masih mengejar mimpi yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yah, doakan saja semoga segera tercapai, ya. Aamiin.
Kira-kira begitu ceritanya. Mudah-mudahan cukup untuk menebus dosa--karena lama tidak menulis apa-apa. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!
Scribbled on DeCielo's desk,
Depok, 15 Februari 2016

Post a Comment