0
Nah, Kan...
Dear Readers,
Scribbled on DeCielo's Desk
Depok, 4 Juni 2013
![]() |
| "Huntress" by DeCielo (2014) |
Pengumuman pemenang lomba novel fantasi yang saya ikuti sudah keluar kemarin (3Juni 2013). HUNTRESS tidak menang. Naskah yang saya kirim itu berhasil masuk dalam 15 besar dari 60+ total naskah yang dilombakan. Namun, dia tidak berhasil masuk dalam 3 besar ataupun dalam 4 naskah non-pemenang yang dianggap layak cetak.
Nah, kan...
Terbukti bahwa menulis sebuah novel dalam waktu lima hari itu bukan ide yang bagus. Bisa, sih. Jadi, sih, novelnya. Namun, kualitasnya masih di bawah dibandingkan naskah-naskah buatan orang lain yang mungkin bekerja keras selama berbulan-bulan untuk menulisnya. Jadi, jangan tiru kebiasaan prokrastinasi saya, ya! Hehehe...
Sempat sedih sebenarnya. Sejak awal, saya tidak berpikir HUNTRESS akan menang. Namun, ketika tahu bahwa naskah itu masuk 15 besar, harapan saya naik. Saya tetap tidak berpikir bahwa naskah itu akan masuk 3 besar. Namun, saya semakin berharap bahwa naskah itu akan dianggap layak terbit. Menjadi penulis adalah cita-cita saya sejak kecil. Jadi, melihat tulisan saya bisa diterbitkan menjadi buku dan dipajang di rak toko adalah salah satu hal yang sangat saya harapkan.
However, saya harus lapang dada, kan, ya? Harus berbesar hati dan berani mengakui bahwa karya orang lain memang lebih layak diterbitkan daripada novel lima hari saya. Hehehe...
Ini bukan kali pertama. Sebelumnya saya sudah sering mengikuti lomba menulis--kebanyakan adalah lomba menulis esai atau cerpen, bukan lomba menulis novel. Meskipun ada beberapa yang berhasil menjadi juara, jumlah tulisan saya yang berakhir tanpa menjadi apa-apa justru lebih banyak. Hanya dengan berbesar hati, terus berlatih, dan tidak menyerah lah saya bisa berada di sini hari ini, bukan? Jadi, itulah yang saya lakukan.
Saat ini, saya sedang dalam proses menulis sebuah buku self-help. Nantinya, buku tersebut akan saya terbitkan sendiri melalui salah satu penyedia jasa self-publishing di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan HUNTRESS?
Tidak. Saya tidak melupakannya. Bagaimanapun, HUNTRESS adalah novel pertama yang berhasil saya tulis hingga tuntas. Jadi, saya tidak ingin membiarkannya sia-sia. Saya hanya akan membiarkannya beristirahat dulu untuk sementara waktu. Ketika waktunya tiba, saya akan mengeceknya kembali dan mulai melakukan revisi untuk membuatnya menjadi lebih baik. Lalu, setelah itu? Setelah itu, saya akan coba mengirimkan naskah yang telah direvisi itu ke penerbit lain. Kalau ditolak juga? Ya, tidak apa-apa. Jika saat itu tiba, saya hanya akan tersenyum dan mulai menerbitkannya sendiri melalui proses self-publishing. Kalau tidak laku? Ya, tidak apa-apa juga. Sudah nasib itu namanya. Hehehehe....
Scribbled on DeCielo's Desk
Depok, 4 Juni 2013

Post a Comment